Wednesday, May 8, 2013

NONGKRONG DI WARUNG TURTLE, TANJUNG AAN


INFO LAIN:Seperti kita ketahui Pelabuhan Bangsal yang berlokasi di daerah Pemenang, Lombok Utara ini adalah tempat dimana kita bisa menyeberang ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) menggunakan Public Boat, ada sih beberapa tempat yang menyediakan jasa penyeberangan ke tiga gili, tapi bukan public boat alias sewa boat. Nah, bagi yang belum tahu, simak ya cara menuju Pelabuhan Bangsal ini... Akses Menuju Pelabuhan Bangsal : 1. Dari Bandara Internasional Lombok (BIL) Ada beberapa cara untuk mencapai Pelabuhan Bangsal dari BIL : Naik Taksi. Butuh waktu sekitar 2 jam dari BIL - Bangsal dengan tarif sekitar 200 ribuan Travel di BIL. Ada beberapa armada travel yang menyediakan angkutan dari BIL menuju beberapa tempat, salah satunya Pelabuhan Bangsal. Biasanya kalau kita keluar dari pintu kedatangan BIL, pasti akan banyak disambut calo calo travel. Harga yang ditawarkan fleksibel alias bisa ditawar. Travel Jemputan. Ada beberapa pemilik travel di Mataram yang menyediakan jasa penjemputan dari dan ke BIL (24 jam), dengan tarif yang bervariasi misalnya @DISANALombok dan @SelaparangTours , caranya? Mention aja di twitter. Bus Damri. Untuk yang pengen lebih murah bisa pakai Bus Damri, akan tetapi tidak langsung sampai Bangsal. Ada dua jurusan Damri, ke Senggigi (25 ribu) dan Mataram (Terminal Mandalika, 15 ribu), ambil salah satu jurusan, jika sudah sampai pemberhentian terakhir , ganti dengan angkutan umum (orang lokal menyebutnya "bemo") tujuan Pelabuhan Bangsal. Ada yang mau nambahin? 2. Dari Pelabuhan Lembar Pelabuhan Lembar, sebuah pelabuhan yang menghubungkan Pulau Bali dan Lombok ini terletak di daerah Lembar, Lombok Barat. Untuk menuju bangsal, kita harus mencari angkutan umum jurusan Mataram (Terminal Mandalika). Dari Terminal Mandalika, kita ganti angkutan lagi menuju Pelabuhan Bangsal. Atau kalau mau cepat, hubungi saja travel travel di mataram yang menyediakan antar jemput ke Pelabuhan Bangsal. 3. Dari Pelabuhan Kayangan Pelabuhan Kayangan terletak di Lombok Timur yang menghubungkan Pulau Lombok dan Sumbawa. Sebenarnya sama saja, kita harus mencari angkutan menuju Terminal Mandalika di Mataram terlebih dahulu, baru ganti angkutan jurusan Pelabuhan Bangsal 4. Dari Kota Mataram Kalau dari Kota Mataram, bisa banyak cara menuju Pelabuhan Bangsal: Naik Taksi, membutuhkan waktu sejam lebih untuk sampai ke Pelabuhan Bangsal, kurang lebih tarifnya 100 ribuan. Naik Angkutan. Carilah angkutan menuju pelabuhan bangsal dari Terminal Mandalika (10 ribu) Naik Travel. Ada banyak travel di Mataram yang menyediakan jasa antar ke Pelabuhan Bangsal. Naik Mobil/Motor sewaan. Kita bisa sewa kendaraan pribadi dari mataram. Ada banyak penyewaan mobil di Mataram, sedangkan penyewaan motor masih jarang di Mataram. 5. Dari Pantai Senggigi Naik Taksi. Ada banyak taksi yang mangkal di sekitaran pantai senggigi Naik Motor/Mobil sewaan. Nah beda dengan Kota Mataram, di senggigi kita bisa menemukan penyewaan motor dengan mudah. Angkutan Umum. Naik Angkutan bisa menjadi alternatif murah menuju Pelabuhan Bangsal, biasanya mereka mangkal di dekat Hotel Sheraton Senggigi Nah, setelah sampai di Pelabuhan Bangsal kita tinggal memilih tujuan kita kemana, apakah ke Gili Trawangan, Meno atau Air dengan tarif berbeda: Bangsal - Gili Trawangan = 10 ribu rupiah Bangsal - Gili Meno = 9 ribu rupiah Bangsal - Gili Air = 8 ribu rupiah Untuk kembali ke Pelabuhan Bangsal, harga tiketnya sama. Itu adalah tarif per orang untuk public boat. Ada juga yang menyewakan kapal menuju gili langsung, dengan tarif per kapal bukan per orang.

Ada semacam pameo "Belum ke Lombok, kalo belum mengunjungi Tanjung Aan". Hmmm kayaknya ada betulnya juga deh. Pantai Tanjung Aan ini memang salah satu pantai terindah di Lombok, dengan menghadirkan keunikan sendiri yaitu terdiri dari dua jenis pasir, ada pasir putih halus, dan ada pasir Merica yang berbentuk bulat seperti merica.

Namun ada sesuatu hal yang bikin kurang nyaman pas duduk duduk di sekitar pantai Tanjung Aan, ada banyak anak kecil yang sering maksa untuk beli barang dagangannya yaitu gelang gelang, juga ada ibu ibu yang jualan kain. Gak salah sih mereka jualan, toh buat nyari uang, buat beli makan. Tapi cara penjualannya itu lho, memaksa, bikin gak nyaman. Apalagi kalo kita beli satu gelang dari satu anak, nanti bila ada anak lain yang liat, mereka iri, cemburu, pengen di beli juga gelang gelangnya, aaaaa bakal rame dah kalo mpe kaya gitu.

Gak abis ide, gue pun nyari spot lain di sekitar Tanjung Aan, yang biasanya di sekitar Batu Kotak (semacam bukit kecil gitu), sekarang gue sukanya di sisi pojok sebelah kanan, di bawah bukit merese. Di lokasi ini ada Warung Turtle, dengan beberapa berugak di pantainya...yuhuuu, eh Betewe matahari di tanjung aan ada 9 kayaknya ya, udah duduk berteduh di bawah berugak, tetep aja kerasa panas....

Muahaha, es yang gue pesen pun cepet banget ilang ademnya, ujug ujug alias tiba tiba aja udah hilang es batunya *penguapan maksimal . Sebenernya gak rencana berwisata kuliner di tempat ini sih, tapi ya gak enak sih cuma duduk doang, gak pesen makanan, alhasil cuma pesen satu gelas jus apel ajah..

Coba ada sedikit pohon di deket berugak ini ya, pasti sejuk. Eh tapi ada pohon sih, cuman agak jauh di sono.. Hmm by the way kayaknya kondisi gini yang malah disukai bule deh, pantesan yang duduk di berugak bule semua, yang lokal cuma kita ama guide guide