Saturday, May 18, 2013

Gili Meno Lombok




Di Sekitar Pulau Lombok, ada tiga Gili (Pulau Kecil) yang cukup terkenal, yaituGili Trawangan, Gili Air (Ayer), dan Gili Meno, sedangkan yang paling besar, terkenal, ramai, dan banyak bulenya adalah Gili Trawangan, alhamdulilah ane pernah kesana. Nah pada kesempatan week end ini ane dan temen temen ane mengunjungi Gili Meno.

Sebenarnya Wisata kali ini sangat tidak terencanakan, karena sebenarnya week end ini ane dan temen ane rencananya mau mancing dengan didampingi seorang senior di kantor, akan tetapi karena sesuatu dan lain hal, rencana kami gagal, padahal udah beli alat pancing yang lumayan mahal.


Karena udah kepalang tanggung, sudah lumayan jauh dari pusat kota Mataram, jauh juga kalau mau balik lagi ke kota. Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk menyeberang saja ke Gili, awalnya kami mau nyebrang ke Gili Trawangan. Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, kami parkir motor trus menuju loket penjualan tiket. Nah tidak dinyana kami bertemu dengan rombongan yang ternyata temen sendiri (cuma beda kantor), wah senangnya, akan tetapi mereka berencana mau menyeberang ke Gili Meno, yaaa beda jurusan deh.

Setelah kami menanyakan ke petuga tiket, ternyata kapal ke Gili Trawangan masih lama berangkatnya, karena menunggu penuh dulu, sedangkan kalau ke Gili Meno harus menggunakan kapal charteran seharga Rp 350.000,00 setelah kami berunding, akhirnya kami memutuskan untuk bersama sama menyeberang ke Gili Meno, patungan bayarnya.


Gili Meno ini letaknya di tenga tengah antara Gili Air dan Gili Trawangan, tidak lama kapal berjalan, akhirnya kami sampai juga di Gili Meno, waw indah banget, lebih indah dari Gili Trawangan, airnya jernih sampai sampai dasarnya kelihatan, pasirnya putih, halus dan bersih. Kami lalu mencari tempat yang teduh untuk beristirahat sejenak, di bawah pohon yang rindang ini suasana sungguh damai, tenang, jauh dari kebisingan kota, karena disini memang tidak ada kendaraan bermotor. Banyak berdiri homestay dengan desain yang cukup unik, cocok sekali ditinggali oleh pasangan bulan madu, ohhh jadi pengeen. Suara burung berkicau bersahut sahutan, angin semilir, dan suara riuh ombak ombak kecil menambah damainya hati ini.


Setelah cukup puas beristirahat akhirnya kami memutuskan untuk naik cidomo mengelilingi pulau ini. Wah ternyata harganya mahal juga, kusirnya bilang satu cidomo Rp 150.000 yang bisa diisi tiga orang untuk mengelilingi pulau ini. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit dengan menggunakan bahasa setempat (sasak) , tentu saja temen ane yang asli lombok yang berdebat menawar harga, akhirnya kami mendapat harga Rp100.000 per cidomo. Okelah kami terima tarif itu, dan langsung berkeliling pulau ini.










No comments:

Post a Comment